Workshop Komersialisasi Penelitian Produk Inovatif
09 August 2022
Seiring dengan semakin banyaknya penelitian yang dihasilkan oleh komunitas Institut Teknologi Kalimantan (ITK), peluang untuk melakukan komersialisasi hasil riset pun semakin terbuka lebar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah pendaftaran paten dari hasil penelitian dosen serta partisipasi aktif dalam program dana matching design shop. Untuk menjaga kesinambungan dan memastikan bahwa penelitian yang dilakukan tidak berhenti pada tahap konseptual, ITK melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Penelitian Berpotensi Komersialisasi. Kegiatan ini bertujuan membekali dosen dengan pengetahuan manajemen inovasi sehingga produk hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang siap dipasarkan.
Workshop berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Agustus, bertempat di ruang rapat LPPM ITK dengan diikuti oleh 35 dosen peneliti. Seluruh peserta merupakan peneliti yang karya ilmiahnya berpotensi dikembangkan menjadi produk dengan nilai komersial. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat besar untuk tidak hanya berkontribusi dalam dunia akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Nurul Taufiqurrahman dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT. NanoTech Center. Beliau berbagi pengalaman dalam mengembangkan riset berbasis material nano yang kini telah banyak diaplikasikan dalam industri maupun kehidupan sehari-hari. Narasumber kedua, Dr. Anugerah Widyanto, Kepala BRIN Pusptek Business Incubator (BIT), juga memberikan materi mengenai strategi komersialisasi hasil penelitian dan pentingnya membangun jejaring bisnis serta kolaborasi dengan industri.
Dalam paparannya, kedua narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Kalimantan sebagai basis utama dalam riset dan inovasi yang dilakukan dosen ITK. Mereka juga mendorong para peneliti untuk selalu berpikir visioner, melihat peluang pasar, serta mengelola inovasi agar memiliki nilai tambah tinggi. Suasana workshop berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan serta diskusi dari peserta mengenai tantangan membawa riset ke pasar, mulai dari manajemen paten, strategi bisnis, hingga potensi kemitraan dengan industri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen ITK dapat mengoptimalkan hasil penelitian menjadi produk inovatif yang mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata. Lebih jauh, workshop ini juga memperkuat peran IBT ITK sebagai lembaga yang mendukung dan mengelola komersialisasi riset, sehingga ekosistem penelitian dan inovasi di kampus dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Workshop berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Agustus, bertempat di ruang rapat LPPM ITK dengan diikuti oleh 35 dosen peneliti. Seluruh peserta merupakan peneliti yang karya ilmiahnya berpotensi dikembangkan menjadi produk dengan nilai komersial. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat besar untuk tidak hanya berkontribusi dalam dunia akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Nurul Taufiqurrahman dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT. NanoTech Center. Beliau berbagi pengalaman dalam mengembangkan riset berbasis material nano yang kini telah banyak diaplikasikan dalam industri maupun kehidupan sehari-hari. Narasumber kedua, Dr. Anugerah Widyanto, Kepala BRIN Pusptek Business Incubator (BIT), juga memberikan materi mengenai strategi komersialisasi hasil penelitian dan pentingnya membangun jejaring bisnis serta kolaborasi dengan industri.
Dalam paparannya, kedua narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Kalimantan sebagai basis utama dalam riset dan inovasi yang dilakukan dosen ITK. Mereka juga mendorong para peneliti untuk selalu berpikir visioner, melihat peluang pasar, serta mengelola inovasi agar memiliki nilai tambah tinggi. Suasana workshop berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan serta diskusi dari peserta mengenai tantangan membawa riset ke pasar, mulai dari manajemen paten, strategi bisnis, hingga potensi kemitraan dengan industri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen ITK dapat mengoptimalkan hasil penelitian menjadi produk inovatif yang mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata. Lebih jauh, workshop ini juga memperkuat peran IBT ITK sebagai lembaga yang mendukung dan mengelola komersialisasi riset, sehingga ekosistem penelitian dan inovasi di kampus dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.