Inkubator Bisnis Teknologi (IBT ITK) Dorong Ekosistem Wirausaha Global, Kampus ITK Teken MoU dan PKS dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
02 April 2026
Pada tanggal 1 hingga 2 April 2026, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) turut berpartisipasi dalam agenda strategis bertajuk peluncuran program "Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor". Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini bertempat di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, dan bertujuan untuk memfasilitasi wirausaha muda dari berbagai perguruan tinggi agar mampu menembus pasar internasional.
Agenda krusial dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor antara pihak ITK dengan Kementerian Perdagangan. Sesi penandatanganan ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Rektor 1 ITK, Prof. Erma Suryani, S.T., M.T., Ph.D. Penandatanganan dokumen kerja sama ini secara resmi menjadi landasan hukum bagi implementasi Program Campuspreneur di lingkungan kampus ITK.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Pusat Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) ITK, Muh Ikhsan Alif S., S.E., M.Sc.. Kehadiran perwakilan IBT ITK berfokus pada penjajakan peluang secara teknis bagi para tenant mahasiswa. Selama dua hari pelaksanaan, IBT ITK mengikuti rangkaian Coaching Clinic terkait standardisasi, branding, kemasan, dan perizinan digital, serta menjalin koordinasi langsung dengan mitra ritel modern seperti APRINDO dan HIPPINDO untuk memperluas jalur distribusi UMKM binaan kampus.
Menanggapi langkah strategis ini, Muh Ikhsan Alif S. menyampaikan pesan bernada optimis bagi ekosistem kewirausahaan di ITK, "Dengan ditandatanganinya PKS oleh Ibu WR 1 bersama Kemendag, ITK kini memiliki 'jalur tol' menuju pasar global. Bagi tenant IBT, ini berarti mahasiswa tidak hanya mendapat pembinaan di dalam kampus, tetapi juga memiliki akses ke business matching dengan perwakilan perdagangan luar negeri serta dukungan kurasi produk untuk bersaing di level internasional."
Melalui sinergi tingkat nasional ini, ITK berharap program inkubasi wirausaha di lingkungan kampus dapat berjalan semakin masif. Terbukanya fasilitas berorientasi ekspor ini diharapkan mampu memacu semangat mahasiswa ITK untuk menciptakan produk inovatif yang tidak hanya sukses di pasar domestik, melainkan siap naik kelas menjadi komoditas ekspor andalan bangsa.
Agenda krusial dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor antara pihak ITK dengan Kementerian Perdagangan. Sesi penandatanganan ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Rektor 1 ITK, Prof. Erma Suryani, S.T., M.T., Ph.D. Penandatanganan dokumen kerja sama ini secara resmi menjadi landasan hukum bagi implementasi Program Campuspreneur di lingkungan kampus ITK.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Pusat Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) ITK, Muh Ikhsan Alif S., S.E., M.Sc.. Kehadiran perwakilan IBT ITK berfokus pada penjajakan peluang secara teknis bagi para tenant mahasiswa. Selama dua hari pelaksanaan, IBT ITK mengikuti rangkaian Coaching Clinic terkait standardisasi, branding, kemasan, dan perizinan digital, serta menjalin koordinasi langsung dengan mitra ritel modern seperti APRINDO dan HIPPINDO untuk memperluas jalur distribusi UMKM binaan kampus.
Menanggapi langkah strategis ini, Muh Ikhsan Alif S. menyampaikan pesan bernada optimis bagi ekosistem kewirausahaan di ITK, "Dengan ditandatanganinya PKS oleh Ibu WR 1 bersama Kemendag, ITK kini memiliki 'jalur tol' menuju pasar global. Bagi tenant IBT, ini berarti mahasiswa tidak hanya mendapat pembinaan di dalam kampus, tetapi juga memiliki akses ke business matching dengan perwakilan perdagangan luar negeri serta dukungan kurasi produk untuk bersaing di level internasional."
Melalui sinergi tingkat nasional ini, ITK berharap program inkubasi wirausaha di lingkungan kampus dapat berjalan semakin masif. Terbukanya fasilitas berorientasi ekspor ini diharapkan mampu memacu semangat mahasiswa ITK untuk menciptakan produk inovatif yang tidak hanya sukses di pasar domestik, melainkan siap naik kelas menjadi komoditas ekspor andalan bangsa.