Dorong UMKM Naik Kelas, IBT ITK Sukses Selenggarakan Pelatihan Perdana Branding dan Fotografi Produk
11 July 2026
Pada Sabtu, 11 Juli 2026, Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sukses menyelenggarakan Pelatihan Branding & Fotografi yang merupakan program pelatihan perdana IBT ITK. Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Identitas Bisnis dan Visualisasi Produk yang Menarik untuk UMKM Naik Kelas" ini dilaksanakan secara luring di Laboratorium Terpadu 1, Ruang LLPM Lantai 2 Kampus ITK. Berlangsung produktif mulai pukul 08.30 hingga 14.40 WITA, pelatihan strategis ini dirancang khusus untuk membekali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pemahaman mendalam mengenai urgensi membangun identitas merek (branding) serta keahlian praktis visualisasi produk.
Sesi pertama pelatihan diisi oleh Bu Supratiwi Amir, S.Ds., M.Sn., yang memaparkan materi mengenai strategi branding. Dalam sesi ini, beliau menekankan pentingnya membangun identitas merek yang kuat dan berkarakter di pasar digital sebagai fondasi utama bisnis. Para peserta dibekali wawasan teoretis dan panduan praktis tentang bagaimana menyusun strategi komunikasi visual serta pesan merek yang efektif guna melahirkan citra produk yang profesional, tepercaya, dan mampu memikat hati calon konsumen pada pandangan pertama.
Memasuki sesi kedua, pelatihan dilanjutkan oleh Bu Olivia Febrianty Ngabito, S.Sn., M.Sn., yang mengupas tuntas mengenai teknik fotografi produk. Pada sesi ini, konsep teoretis langsung dipadukan dengan praktik interaktif. Beliau mengajak para peserta menyelami teknik dasar fotografi produk menggunakan peralatan sederhana, trik optimalisasi pencahayaan, hingga cara penataan produk (styling) yang menarik. Sinergi antara pemahaman branding dan keterampilan fotografi ini memberikan bekal yang komprehensif bagi pelaku usaha dalam meningkatkan daya saing visual produk lokal mereka.
Keberhasilan program ini tecermin nyata dari antusiasme dan pemahaman peserta yang melonjak signifikan berdasarkan hasil evaluasi belajar. Data menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta, dari nilai pretest sebesar 87,75% meningkat tajam menjadi 96,25% pada saat posttest. Hasil ini menjadi bukti konkret bahwa materi yang disampaikan oleh kedua narasumber berjalan sangat efektif serta mampu diserap dengan sangat baik melalui metode praktik langsung oleh seluruh peserta pelatihan.
Melalui inisiasi pelatihan perdana ini, IBT ITK menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah. Dengan bekal keterampilan branding dan fotografi produk yang telah dipelajari, IBT ITK berharap para pelaku UMKM binaan dapat segera mengimplementasikannya secara nyata. Kemampuan menciptakan konten pemasaran yang mandiri dan estetik diharapkan dapat mendongkrak nilai jual produk lokal, sekaligus menjadi langkah mantap bagi para mitra untuk membawa usaha mereka naik kelas.
Sesi pertama pelatihan diisi oleh Bu Supratiwi Amir, S.Ds., M.Sn., yang memaparkan materi mengenai strategi branding. Dalam sesi ini, beliau menekankan pentingnya membangun identitas merek yang kuat dan berkarakter di pasar digital sebagai fondasi utama bisnis. Para peserta dibekali wawasan teoretis dan panduan praktis tentang bagaimana menyusun strategi komunikasi visual serta pesan merek yang efektif guna melahirkan citra produk yang profesional, tepercaya, dan mampu memikat hati calon konsumen pada pandangan pertama.
Memasuki sesi kedua, pelatihan dilanjutkan oleh Bu Olivia Febrianty Ngabito, S.Sn., M.Sn., yang mengupas tuntas mengenai teknik fotografi produk. Pada sesi ini, konsep teoretis langsung dipadukan dengan praktik interaktif. Beliau mengajak para peserta menyelami teknik dasar fotografi produk menggunakan peralatan sederhana, trik optimalisasi pencahayaan, hingga cara penataan produk (styling) yang menarik. Sinergi antara pemahaman branding dan keterampilan fotografi ini memberikan bekal yang komprehensif bagi pelaku usaha dalam meningkatkan daya saing visual produk lokal mereka.
Keberhasilan program ini tecermin nyata dari antusiasme dan pemahaman peserta yang melonjak signifikan berdasarkan hasil evaluasi belajar. Data menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta, dari nilai pretest sebesar 87,75% meningkat tajam menjadi 96,25% pada saat posttest. Hasil ini menjadi bukti konkret bahwa materi yang disampaikan oleh kedua narasumber berjalan sangat efektif serta mampu diserap dengan sangat baik melalui metode praktik langsung oleh seluruh peserta pelatihan.
Melalui inisiasi pelatihan perdana ini, IBT ITK menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah. Dengan bekal keterampilan branding dan fotografi produk yang telah dipelajari, IBT ITK berharap para pelaku UMKM binaan dapat segera mengimplementasikannya secara nyata. Kemampuan menciptakan konten pemasaran yang mandiri dan estetik diharapkan dapat mendongkrak nilai jual produk lokal, sekaligus menjadi langkah mantap bagi para mitra untuk membawa usaha mereka naik kelas.