Dorong Hilirisasi Inovasi dan Akses Pasar Ekspor, IBT ITK Audiensi dengan Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Timur
19 August 2026
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melaksanakan audiensi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Dinas, Jl. MT. Haryono No. 45 Samarinda, mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai. Delegasi IBT ITK diwakili oleh Kepala Pusat Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) ITK, Muh. Ikhsan Alif S., S.E., M.Sc., bersama Aditya Putra Pratama, S.Si., M.Si. dan Supratiwi Amir, S.Ds., M.Sn.
Audiensi berlangsung produktif dengan menghasilkan berbagai peluang kolaborasi strategis. Dinas menilai program inkubasi IBT ITK memiliki keselarasan tinggi dengan program pembinaan UMKM provinsi, sehingga membuka ruang untuk menyusun model inkubasi bersama yang terintegrasi. Diskusi juga menyoroti isu-isu krusial dalam pengembangan UMKM, mulai dari kendala biaya kemasan dan ketergantungan pasokan dari luar Kalimantan, kesiapan produk memasuki jaringan retail, hingga pentingnya pendampingan khusus menuju kesiapan ekspor yang tidak otomatis terpenuhi setelah masuk pasar domestik. Selain itu, muncul gagasan untuk mengidentifikasi produk unggulan berbasis potensi lokal Kalimantan, membangun forum business matching antara UMKM/startup dengan investor, serta melakukan kurasi terhadap 50+ mitra IBT untuk diarahkan pada program strategis daerah termasuk Jospol Gubernur.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk menyusun dan menyelaraskan model inkubasi bersama, melakukan pemetaan dan kurasi UMKM potensial, serta membangun pipeline UMKM Kalimantan Timur yang siap pasar dan siap ekspor. Melalui sinergi ini, IBT ITK berkomitmen untuk memperkuat perannya sebagai jembatan antara inovasi kampus dan kebutuhan industri, demi mendorong UMKM Kalimantan Timur naik kelas dan berdaya saing di pasar nasional maupun global.
Audiensi berlangsung produktif dengan menghasilkan berbagai peluang kolaborasi strategis. Dinas menilai program inkubasi IBT ITK memiliki keselarasan tinggi dengan program pembinaan UMKM provinsi, sehingga membuka ruang untuk menyusun model inkubasi bersama yang terintegrasi. Diskusi juga menyoroti isu-isu krusial dalam pengembangan UMKM, mulai dari kendala biaya kemasan dan ketergantungan pasokan dari luar Kalimantan, kesiapan produk memasuki jaringan retail, hingga pentingnya pendampingan khusus menuju kesiapan ekspor yang tidak otomatis terpenuhi setelah masuk pasar domestik. Selain itu, muncul gagasan untuk mengidentifikasi produk unggulan berbasis potensi lokal Kalimantan, membangun forum business matching antara UMKM/startup dengan investor, serta melakukan kurasi terhadap 50+ mitra IBT untuk diarahkan pada program strategis daerah termasuk Jospol Gubernur.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk menyusun dan menyelaraskan model inkubasi bersama, melakukan pemetaan dan kurasi UMKM potensial, serta membangun pipeline UMKM Kalimantan Timur yang siap pasar dan siap ekspor. Melalui sinergi ini, IBT ITK berkomitmen untuk memperkuat perannya sebagai jembatan antara inovasi kampus dan kebutuhan industri, demi mendorong UMKM Kalimantan Timur naik kelas dan berdaya saing di pasar nasional maupun global.